Program Studi Keperawatan Universitas Timor Menginisiasi Sekolah Sehat Jiwa, SMA 3 Atambua Perdana

- 1 September 2022, 12:59 WIB
Program Studi Keperawatan Universitas Timor Menginisiasi Sekolah Sehat Jiwa, SMA 3 Atambua Perdana
Program Studi Keperawatan Universitas Timor Menginisiasi Sekolah Sehat Jiwa, SMA 3 Atambua Perdana /Dok/Unimor

OkeNTT - Program Studi Keperawatan Universitas Timor bekerjasama dengan Puskesmas Haliwen melaksanakan kegiatan pengabdian “Pendampingan dan Pelatihan Kader Sekolah untuk Meningkatkan Kinerja dan Kompetensi Melalui Penyelenggaraan Sekolah Sehat Jiwa di SMA Negeri 3 Atambua”.

SMA Negeri 3 Atambua sebagai sekolah perdana pencanangan Sekolah Sehat Jiwa di Kabupaten Belu.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 4 hari, 15 Agustus 2022, 19-20 Agustus 2022 dan 2 September 2022.

Baca Juga: Siswa dan Guru Wajib Simak, Ini Tips dan Manfaat Merdeka Belajar dan Merdeka Mengajar Menurut Uskup Atambua

Sementara peserta pelatihan diikuti sebanyak 27 orang Tim Sekolah Sehat Jiwa (kader sekolah sehat jiwa).

Tim pelatih terdiri dari Yusfina Modesta Rua, SST.,M.Kes-Manajemen Kesehatan Ibu dan Anak, Maria Julieta Esperanca Naibili S.Kep.,Ners.,M.Kep-Keperawatan Jiwa, Rufina Nenitryana S. Bete, S.Psi.,Msi-Psikologi, dan Sefrina Maria S. Asa, S.Pd.,M.Hum (Ilmu Humaniora).

Kegiatan ini juga didukung fasilitator dari Tim Keswasmas (Kesehatan Jiwa Masyarakat) dan Penanggung jawab Program UKS Puskesmas Haliwen.

Baca Juga: Kabar Baik untuk Guru ASN dan Non ASN Terkait Tunjangan, Bisa Dapat Hingga Pensiun?

Salah satu pelatih, Maria Julieta Esperanca Naibili S.Kep.,Ners.,M.Kep-Keperawatan Jiwa kepada Oke NTT mengatakan kegiatan ini sebagai upaya promotif dan preventif Sekolah Sehat Jiwa, serta memberi dukungan terwujudnya program Sekolah Sehat Jiwa sekaligus untuk meningkatkan cakupan kesehatan jiwa melalui deteksi dini.

Para kader jelas Esperanca Naibili dilatih untuk mengenali Sekolah Sehat Jiwa dan macam-macam masalah kesehatan jiwa yang sering ditemukan di sekolah, cara mendeteksi status kesehatan jiwa warga sekolah (peserta didik, tenaga pendidik dan kependidikan)

"Juga tentang program kesehatan jiwa Puskesmas, intervensi kesehatan jiwa di masyarakat, penanganan perilaku kekerasan di masyarakat, penggerakan kader untuk melakukan kunjungan rumah serta pencatatan dan pelaporan hasil deteksi status kesehatan jiwa di sekolah," jelasnya dalam rilis yang diterima, Kamis 1 September 2022.

Baca Juga: HUT RI ke-77: Wartawan Gelar Lomba Cerdas Cermat Antar Kepala Dusun di Belu, Aksi Peserta Kocak

Sebelumnnya, Esperanca Naibili menuturkan, kesehatan jiwa merupakan hal yang sangat penting diperhatikan. Pendidikan kesehatan jiwa bertujuan agar peserta didik mampu menghadapi tantangan hidup dan memiliki daya tangkal terhadap pengaruh buruk dari luar.

Selain ditujukan bagi siswa, pendidikan kesehatan jiwa juga ditujukan kepada pendidik dan tenaga kependidikan agar pendidik dan tenaga kependidikan mampu memahami perkembangan jiwa peserta didik sesuai kelompok usia anak yang dikaitkan dengan perkembangan fisik.

Upaya peningkatan kesehatan sekolah ini sasaran utamanya adalah peserta didik beserta lingkungan hidup mereka.

Baca Juga: Mitra Kampus Merdeka, Mahasiswa Bisa Magang Jadi Content Creator di Pikiran-Rakyat.com

Unsur lingkungan hidup ini menjadi penting karena kesehatan individu peserta didik dipengaruhi oleh kualitas kesehatan lingkungan tempat mereka tinggal.

Oleh karena itu, di sekolah perlu melakukan pembinaan terhadap UKS yang berada di satuan pendidikan yang dilakukan secara terpadu melalui pembentukan tim Sekolah Sehat Jiwa.

Melalui kegiatan ini diharapkan pelaksanaan deteksi kesehatan jiwa dan penyelenggaraan sekolah sehat jiwa di SMA Negeri 3 Atambua tersebut akan terus berlangsung dengan kerja sama antara Puskesmas dan Perguruan Tinggi (Prodi Keperawatan Universitas Timor).***

Editor: Mariano Parada


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah